Jumat, 18 Desember 2015

Google Alert - kesehatan

Google
kesehatan
Pembaruan harian 19 Desember 2015
BERITA
Jakarta, Beberapa orang malas minum obat. Tapi jika sudah kena penyakit jantung koroner, mau tidak mau harus meminum obat seumur hidup.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
KOMPAS.com - Kolostrum sering disebut sebagai cairan ajaib. Saat ini berkembang terapi kolostrum untuk meningkatkan kekebalan tubuh bayi prematur.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
KOMPAS.com - Lebih dari 80 persen kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18. Kanker serviks sebenarnya bisa dicegah dengan melakukan vaksinasi, khususnya pada remaja.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Bisnis.com, MANADO - Penjabat Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Soni Sumarsono mengharapkan Rumah Sakit Siloam akan menjadi wisata kesehatan di provinsi tersebut.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
KOMPAS.com - Stroke merupakan serangan otak yang timbulnya mendadak akibat pecah atau tersumbatnya pembuluh darah otak yang bisa berakibat kematian.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Sebagian besar masyarakat perkotaan menggunakan air galon sebagai air yang dikonsumsi sehari-hari. Sebelumnya, kita mungkin tidak pernah memedulikan dari mana air galon itu berasal.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
KOMPAS.com - Banyak orang berpikir, olahraga dan makan sehat adalah dua hal yang terpisah. Tapi sebenarnya, kedua hal itu bisa saling mendukung satu sama lain.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA, KOMPAS - Meski dampak kesehatan dan ekonomi dari rokok sangat besar, upaya nyata negara untuk mengendalikan tembakau di Indonesia sangat kurang.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
VIVA.co.id - Sebuah studi baru menyatakan bahwa perokok pasif dapat menyebabkan kemandulan dan mungkin menyebabkan menopause dini.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta, Tren merokok di Indonesia saat ini terus meningkat dan data dari Global Youth Tobacco Survey (GYTS) Indonesia 2014 menunjukkan bahwa sebanyak 20 persen anak sekolah merokok.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar