Jumat, 15 Juli 2016

Google Alert - kesehatan

Google
kesehatan
Pembaruan harian 16 Juli 2016
BERITA
RS St Elisabeth sedikitnya sudah 25 orang yang sudah terdata hingga Jumat, 15 Juli 2016 sekitar pukul 08.30 WIB. (Suarapembaruan/Mikael Niman).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Direktur Utama PT Bio Farma Iskandar memperlihatkan vaksin produk Bio Farma, saat jumpa pers terkait vaksin palsu di kantor Bio Farma, Jalan Pasteur, Kota Bandung, Kamis (30/6/2016).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
AFP PHOTO / JIM WATSON Seorang wanita memegang ponsel saat dia memainkan game Pokemon Go di Taman Lafayette di depan Gedung Putih, Washington DC, Selasa (12/7/2016).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta - MILO Jakarta International 10K juga bisa dijadikan ajang lari bareng sekeluarga. 500 peserta juga akan diperkenalkan dengan MILO Champ Squad dan MILO Energy Band.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Nursita Sari Pemerintah Kota Bekasi dan Dinas Kesehatan Kota Bekasi melakukan konferensi pers terkait adanya RS di Kota Bekasi yang menggunakan vaksin palsu di Kantor Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Jumat (15/7/2016).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat diwawancarai di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Jumat 15 Juli 2016.*/ARIE C. MELIALA/PR.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Liputan6.com, Jakarta - Kasus vaksin palsu di 14 rumah sakit telah terjadi sejak 13 tahun lalu atau di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta - Wakil Wali Kota Bekasi, Jawa Barat, Ahmad Syaikhu menyesalkan temuan penggunaan vaksin palsu pada 3 rumah sakit (RS) di wilayahnya.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Metrotvnews.com, London: Pangeran Harry Melakukan tes HIV secara langsung melalui Facebook keluarga kerajaan Inggris pada Kamis (14/7/2016) untuk menunjukkan betapa mudahnya tes tersebut.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan akan ada sanksi tegas bagi rumah sakit bila ada unsur kesengajaan menggunakan vaksin palsu.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar