Selasa, 04 Oktober 2016

Google Alert - berita

Google
berita
Pembaruan harian 5 Oktober 2016
BERITA
TEMPO.CO, Jakarta - Pimpinan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengatakan pihaknya akan merilis hasil survei yang telah dilakukan oleh timnya tentang pilkada DKI Jakarta.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Akhdi martin pratama Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Mochamad Iriawan saat mendatangi Rusun Rawa Bebek, Jakarta Timur pada Jumat (30/9/2016).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Metrotvnews.com, Pontianak: Kepala Direktorat Jenderal Pajak Kanwil Kalimantan Barat (Kalbar) Slamet Sutantyo mengatakan realisasi dana tebusan dari program amnesti pajak di Kalbar pada periode pertama mencapai Rp463,01 miliar.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA, KOMPAS.com - Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam) pada perdagangan awal pekan di Oktober ini terpantau stagnan.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyambangi KPK.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Yogyakarta - Bripka Iwan Rudiyanto (35), anggota Brimob Polda DIY Detasemen B Sentolo, tewas dengan menembak kepala sendiri. Ada dugaan dia tak kuat menghadapi masalah keluarga.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Seorang anggota Brimob Detasemen B Polda DIY menembak kepalanya sendiri, Senin (3/10/2016) sekitar pukul 23.00 WIB.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
KOMPAS.com - Facebook meluncurkan fitur baru bernama Marketplace di aplikasi mobile-nya. Sesuai nama tersebut, ini merupakan sebuah pasar online yang mewadahi berbagai kegiatan jual beli penggunanya.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Ihsanuddin Presiden Joko Widodo berbincang secara bergantian dengan 18 Duta Besar negara sahabat di Beranda Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (4/9/2016).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Probolinggo - Pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang bertahan di padepokan jumlahnya mengalami penurunan dan penambahan sejak sebelum Taat ditahan, direkonstruksi, dan pasca rekonstruksi.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar