Kamis, 10 November 2016

Google Alert - berita

Google
berita
Pembaruan harian 11 November 2016
BERITA
Jakarta - Antasari Azhar akhirnya bebas bersyarat setelah menjalani masa penjara bertahun-tahun. Suasana sangat mengharukan di LP Tangerang.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Liputan6.com, Tangerang - Kembali menghirup udara bebas, Antasari Azhar tak sabar ingin cepat pulang ke rumah dan menikmati masakan sang istri.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Komunitas Advokat Basuki- Djarot (Kotak Badja) menyampaikan keterangan terkait Buni Yani di Jakarta, Rabu (9/11). Kotak Badja menyatakan Buni Yani pantas dijadikan tersangka dan diproses secara hukum.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta- Buni Yani, penggugah pertama rekaman video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di hadapan warga Kepulauan Seribu menyatakan siap untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Jakarta - Presiden Joko Widodo menyambangi Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Cijantung, Jakarta Timur. Jokowi ingin mengecek kesiapan prajurit Kopassus.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan pengarahan khusus kepada Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di markasnya, Cijantung, Jakarta Timur.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan pengarahan kepada ribuan prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
[JAKARTA] Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI adalah pasukan candangan tetapi bersifat khusus.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA, KOMPAS.com - Dunia dibuat terkejut dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat. Mengingat tak banyak pengamat politik ataupun lembaga survei yang memprediksi kemenangan miliarder kontroversial itu.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA (KRjogja.com) - Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pada tahun 2016, pertumbuhan ekonomi dunia masih melambat bahan masih terus di revisi dari 4,3 persen pada awal tahun menjadi 3,1 persen sampai akhir tahun ini.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar