Rabu, 18 Oktober 2017

Google Alert - kesehatan

Google
kesehatan
Pembaruan harian 19 Oktober 2017
BERITA
Nama Lolyta Agustina kembali viral di dunia maya, namun kali ini tentang kabar duka meninggalnya gadis berusia 20 tahun itu pada Senin (16/10/2017).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Liputan6.com, Jakarta Apel adalah buah yang mengandung banyak serat dan vitamin yang baik untuk kesehatan tubuh kita. Memiliki kebiasaan makan buah apel pun dapat mencegah diri kita dari penuaan dini.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
INILAH, Bogor- Kota Bogor cukup banyak memiliki penderita kanker, tak kurang dari 222 orang. Dari jumlah itu, menurut catatan Dinas Kesehatan, 78 orang diantaranya mengidap kanker payudara hingga September 2017.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Vaginal douching merupakan metode mencuci vagina dengan cara menyemprotkan air dan campuran larutan lain ke dalam vagina.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Seorang siswa SD melihat cacing kremi dengan alat mikroskop saat kegiatan sosialisasi pencegahan terhadap bahaya caingan pada anak-anak.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
KOMPAS.com - Human papilloma virus (HPV) merupakan penyebab kanker leher rahim pada wanita. Tetapi, virus ini juga bisa menyebabkan kanker tenggorokan pada pria.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
KOMPAS.com - Bukan hal yang tabu bagi pria untuk menggunakan krim wajah. Bagaimanapun juga, wajah yang bersih dan segar akan membuat penampilan lebih menawan sekaligus lebih sehat.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA, KOMPAS.com –- Cacingan merupakan salah satu penyakit yang dianggap sepele. Biasanya penyakit ini baru disadari ketika perut terasa sakit.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lina Hariani akhirnya sembuh dari tumor otak setelah dioperasi menggunakan metode keyhole melalui alis mata. (Liputan6.com/Fitri Haryanti Harsono).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penelitian baru menemukan bahwa pria memiliki tingkat kematian jauh lebih tinggi, setelah menerima transfusi darah menggunakan donor darah wanita yang telah hamil.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar