Rabu, 06 Desember 2017

Google Alert - kesehatan

Google
kesehatan
Pembaruan harian 7 Desember 2017
BERITA
TEMPO.CO, Jakarta- Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Muhammad Subuh menyatakan kasus kejadian luar biasa difteri yang terparah terjadi di wilayah Jawa Timur.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Seorang anak mendapatkan suntikan Td (Tetanus-difteri) di SD Islam Terpadu Malang, Jawa Timur. (Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto). Jakarta: Difteri merupakan infeksi yang umumnya menyerang selaput lendir hidung dan tenggorokan.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Seorang bayi menangis saat imunisasi difteri di salah satu klinik kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto di kantornya, Jalan Kesehatan, Jakarta Pusat, Senin (11/9/2017). (KOMPAS.com/JESSI CARINA ). JAKARTA, KOMPAS.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jika Anda tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap malam, tubuh akan terbiasa dengan kebiasaan itu.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta menyatakan belum menerima satu pun laporan munculnya kasus difteri di masyarakat.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Alasan Tak Perlu Khawatir dengan Hormon Sapi pada Susu Produk susu resmi di pasaran sudah melalui kajian BPOM, sehingga kandungan hormon sapi didalamnya sesuai standar dan diyakini tak berbahaya buat kesehatan.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Namun berbeda dengan kejadian yang dialami wanita ini, cuma berbekal obat tetes mata tak langsung menyembuhkan rasa gatalnya. Baca: Dramatisnya Momen saat Penyelamatan Asisten Demian, Fotografer Ini Abadikan Foto-fotonya.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
INILAH, Bandung- Setelah puluhan tahun difteri menghilang, kini penyakit yang rata rata menyerang anak dengan usia di bawah lima tahun tersebut ditemukan kembali di Kabupaten Bandung.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Analisadaily - Seorang pekerja konstruksi berusia 23 tahun menggunakan pisau woodworking untuk mengeluarkan jerawat dari kulit. Tindakan yang dilakukannya justru berakibat fatal karena pisau kayu membuat kulitnya terinfeksi jamur Blastomyces.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit notifikasi ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima notifikasi ini dalam bentuk feed RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar