Minggu, 17 Juli 2016

Google Alert - kesehatan

Google
kesehatan
Pembaruan harian 18 Juli 2016
BERITA
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akhirnya mengumumkan nama-nama rumah sakit yang menggunakan vaksin palsu. Namun, setelah diumumkannya nama-nama rumah sakit semakin menambah keresahan, terutama para orangtua yang ...
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Disamping RS Harapan Bunda di Jakarta Timur, fasilitas kesehatan lain yakni Klinik dr Ade Kurniawan di Jakarta Barat ternyata juga menggunakan vaksin palsu yang meresahkan masyarakat.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sekjen Kemenkes Untung Suseno Sutarjo mengatakan, setelah diumumkannya 14 rumah sakit menggunakan vaksin palsu, Kemenkes bersama Satgas Vaksin Palsu langsung bergerak mencari anak-anak mana saja yang ...
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA, (PR). - Rumah sakit atau dokter yang diduga kuat terlibat menggunakan vaksin palsu untuk pasiennya bisa kehilangan izin operasi dan praktik.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek (kanan) didampingi Sekjen Untung Suseno Sutarjo (kiri) mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/7).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Alsadad Rudi Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes, Maura Linda Sitanggang (tengah) saat memberikan keterangan persnya, di RS Harapan Bunda, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Sabtu (16/7/2016).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA - Kabar kurang menyenangkan datang dari penyanyi dangdut sekaligus aktor, Muchsin Alatas. Pria kelahiran Makassar, 72 tahun lalu ini dikabarkan mendapat serangan jantung dan dilarikan di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA, (PR).- Kementerian Kesehatan telah mengumumkan 14 rumah sakit yang terindikasi memberikan vaksin palsu pada pasiennya. Namun hal itu belum cukup memberikan rasa aman bagi pasien yang menjadi korban vaksin palsu, jika manajemen ...
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
KENDARIPOS.CO.ID,JAKARTA - Kisruh vaksin palsu melebar. Masyarakat yang marah malah melampiaskan ke dokter yang bertugas memberikan pelayanan.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Agung Setya mengatakan, para distributor vaksin palsu pandai mencari peluang untuk menyusupkan produk mereka ke sejumlah rumah sakit dan klinik.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit lansiran ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima lansiran ini dalam bentuk umpan RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar