Minggu, 03 Desember 2017

Google Alert - kesehatan

Google
kesehatan
Pembaruan harian 4 Desember 2017
BERITA
DI Indonesia, kisah virus yang melemahkan daya tahan tubuh manusia atau lebih dikenal dengan HIV sudah 30 tahun, tepatnya sejak pertama kasus HIV diidentifikasi pada 1987.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Aktivis membawa pita merah dalam kampanye Hari AIDS Sedunia, di Surabaya, Senin (1/12/2014). Sekitar 45.000 kasus HIV/AIDS terjadi di Indonesia sepanjang 2013 dan 14.400 kematian di tahun yang sama.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
BENGKULU, KOMPAS.com - "Saya anggap HIV di tubuh saya adalah anugerah." Begitulah pengakuan Vt (32), seorang ibu rumah tangga dengan dua anak dan satu suami yang terinveksi HIV (ODHA).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Seorang wanita menunjukan tato di tangannya sebelum dihapus di sebuah klinik di Tangerang (11/8). Program hapus tato ini sengaja dibuat untuk mereka yang ingin "berhijrah" dan ingin kembali lebih baik.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Rombongan kampanye Hari AIDS Sedunia menyusuri jalan A Yani, mereka bertolak dari lapangan PMI Kota Pontianak, Minggu (3/12/2017).
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
PEKANBARU, POTRETNEWS.com - Jika masyarakat awam ditanya "Siapa yang paling rentan mengidap HIV?", kebanyakan akan menjawab pekerja seks komersial atau yang berhubungan sesama jenis.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Petugas kesehatan menyuntikan Difteri Tetanus (DT) kepada seorang pelajar SD ketika proses imunisasi DT di SDN Torongrejo 2, Batu, Jawa Timur.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Begitulah pengakuan Vt (32), seorang ibu rumah tangga dengan dua anak dan satu suami yang terinveksi HIV (ODHA). Warga Kota Bengkulu tersebut berani tampil di publik dengan membuka jati dirinya sebagai ODHA.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Liputan6.com, Jakarta Makan keju tiap hari bisa mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di European Journal of Nutrition, makan keju tiap hari bisa mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Dream - Setelah meninggal dunia, organ tubuh bisa saja didonorkan untuk kebutuhan orang lain yang sakit dan masih punya harapan hidup.
Google Plus Facebook Twitter Tandai sebagai tidak relevan
Lihat hasil lainnya | Edit notifikasi ini
Anda menerima email ini karena Anda telah berlangganan Google Alerts.
RSS Terima notifikasi ini dalam bentuk feed RSS
Kirimkan Masukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar